- PROFIL

Pertemuan JLPPMHP Ke-2 pada Tahun 2018 di PT. Angler BioChemLab

Kegiatan JLLPMH ke II tahun 2018 dilaksanakan pada tanggal 24 Juli bertempat di Laboratorium PT. Angler BioChemLab. Tema yang diusung adalah “Sinergi Laboratorium Pengujian Untuk meningkatkan Mutu Hasil Perikanan”. Laboratorium PT. Angler BioChemLab merupakan laboratorium independen yang siap bekerjasama dengan para stakeolder, instansi, industry dan akademisi dalam mendukung mutu hasil perikanan khususnya di wilayah Jawa Timur. Melalui kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan harmonisasi dan sinergi antar institusi dan memacu inovasi-inovasi dan pengembangan pengujian dalam rangka meningkatkan mutu hasil perikanan.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 45 peserta dari berbagai instansi baik dari pemerintahan, industry maupun akademisi. Adapun kegiatan dibuka oleh Direktur PT. Angler BioChemLab yaitu Bapak Suwidji Wongso.

Dalam kesempatan ini beliau menyampaikan tentang profi lLaboratorium PT. Angler BioChemLab, dan pelayanan yang bias diberikan. Dengan berkomitmen pada global standard dan keamanan pangan serta di dikung capability yang mumpuni meliputi metode yang mutakhir dan teknologi yang high end, PT Angler mempunyai visi yakni berkontribusi dalam menjaga keamanan pangan dan kesehatan manusia.  Namun hal ini tentunya membutuhkan kerjasama dari semua kalangan baik pemerintah, indsutri, akademisi, dan peneliti.

 

Dalam kegiatan ini disampaikan dua materi oleh personel PT. Angler BioChemLab yakni hasil thesis yang berjudul “The effect of heavy metals (Hg,Zn,Cd,Pb) pollution on Groupers (Epinephelus sp.) dan materi tentang “Marine Toxins”. Pada materi pertama ini menginformasikan hasil penelitian bagaimana merkuri (Hg) dapat mempengaruhi ekspresi gen dalam hal ini cytochrome P4501A (cyp1a) dan metallothionein (mt) baik dalam hati, daging, dan ginjal ikan kerapu. Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa cyp1a mungkin tidak sesuai untuk digunakan sebagai biomarker indicator pencemaran logam berat pada ikan kerapu. Sebaliknya, penelitian ini membuktikan bahwa gen mt dapat digunakan sebagai biomarker indicator akumulasi logam berat pada ikan kerapu.

 

Salah satutoksin yang patut diwaspadai dalam makanan yang berasal dari laut adalah “Marine Toxin”. Marine toxine sudah familiar dalam dunia perikanan, namun masih belum banyak yang membahas bagaimana cara mendeteksi racun ini. Scombroid food poisoning dan ciguatera merupakan kasus keracunan yang cukup sering ditemukan. Lalu bagaimana cara mendeteksinya di dalam produk perikanan tersebut sehingga tidak menimbulkan keracunan. Ada beberapa teknologi yang digunakan baik metode konvensional maupun yang terbaru. HPLC maupun LC-MS/MS merupakan instrumen yang umum digunakan dalam pengujian marine toxine ini. Laboratorium sendiri masih sangat terbatas dalam melakukan pengujian marine toxin. Namun dengan kegiatan jejaring ini sangat memungkinkan terjalin kerjasama penelitian atau kegiatan yang lain antara PT. Angler BioChemLab dengan dengan pihak-pihak yang concern khususnya dalam masalah marine toxin ini.

 

Dokumentasi dapat dilihat di link berikut

http://jejaringlab-jatim.or.id/pertemuan-jlppmhp-ke-2-pada-tahun-2018-di-pt-angler-biochemlab/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *